DPRD Kalimantan Timur

Wakil Ketua DPRD Kaltim Minta Swasembada Pangan Harus Diikuti Pengawasan yang Kuat

Samarinda – Keberhasilan program swasembada pangan di Kalimantan Timur tak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan dan semangat petani. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menegaskan bahwa pengawasan menjadi kunci utama agar program berjalan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan di lapangan.

Yenni menyebutkan bahwa kelemahan dalam pengawasan seringkali menjadi celah bagi penyimpangan anggaran atau penyalahgunaan program. Ia menyoroti pentingnya pemerintah daerah memperkuat sistem pengawasan, terutama pada program strategis seperti pertanian dan distribusi bantuan kepada petani.

“Ini bukan sekadar tanam-menanam saja. Kita juga harus pastikan programnya tepat sasaran dan tidak diselewengkan. Pengawasan itu mutlak,” ujar Yenni.

Ia menjelaskan, banyak program baik yang akhirnya tidak memberikan hasil maksimal karena lemahnya pengawasan di lapangan. Salah satu contohnya adalah distribusi bantuan pupuk bersubsidi yang rawan diselewengkan jika tidak diawasi dengan benar.

“Pupuk bersubsidi itu contohnya. Tujuannya baik, tapi kalau tidak dikawal, bisa disalahgunakan. Ini yang harus kita perhatikan ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Yenni menambahkan bahwa sistem pelaporan dan evaluasi berkala harus diperkuat di setiap tingkatan pemerintahan, mulai dari kabupaten/kota hingga ke provinsi. Menurutnya, data dan laporan lapangan harus benar-benar digunakan sebagai bahan perbaikan kebijakan.

“Jangan hanya jadi laporan formalitas. Harus digunakan untuk perbaikan. Evaluasi berkala itu penting agar tahu di mana kendalanya,” ungkapnya.

Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari sistem pengawasan, terutama dalam pelaksanaan program di tingkat desa. Menurutnya, masyarakat bisa menjadi mata dan telinga pemerintah untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai jalurnya.

“Libatkan masyarakat. Mereka yang paling tahu di lapangan. Kalau ada kejanggalan, bisa langsung disampaikan. Ini bentuk partisipasi yang harus didukung,” tegasnya.

Yenni menutup dengan harapan agar penguatan pengawasan bisa menjadi bagian integral dalam setiap program pembangunan di Kalimantan Timur. Dengan begitu, target swasembada pangan dan kesejahteraan petani tidak hanya jadi slogan, tetapi benar-benar terwujud.

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *