BisnisPendidikan

GBC 72 Digelar di Malang, Ratusan Pelaku Usaha Dibekali Perspektif Scale Up Berkelanjutan

Malang — Upaya membangun kesiapan pemimpin bisnis menghadapi tantangan masa depan kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop 5 Days Grounded Business Coaching (GBC) 72. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran intensif bagi pelaku usaha dari berbagai wilayah di Indonesia yang ingin menata arah bisnisnya secara lebih terukur menjelang tahun 2026.

Workshop yang dipimpin langsung oleh Certified Trainer Professional Coach Dr. Fahmi tersebut diikuti sekitar 140 peserta lintas kota. Sejak hari pertama, rangkaian kegiatan dirancang untuk tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi mendorong transformasi cara berpikir dan bersikap para business leader dalam menghadapi proses pertumbuhan usaha.

Atmosfer workshop terasa dinamis dan penuh kesadaran. Peserta diajak menyelami peran mereka sebagai pemimpin, bukan hanya pengelola angka dan target. GBC 72 memosisikan pengembangan bisnis sebagai proses jangka panjang yang harus dimulai dari kesiapan individu pemimpinnya.

Pada sesi tatap muka perdana yang mengangkat tema “Scale Up Bukan Soal Angka”, peserta diajak melihat makna pertumbuhan bisnis dari sudut pandang yang lebih mendalam. Scale up tidak lagi dimaknai semata sebagai lonjakan omzet, melainkan kesiapan sistem, mental, dan karakter dalam mengelola skala yang lebih besar.

Dr. Fahmi menegaskan bahwa kegagalan banyak bisnis sering kali berakar pada kesiapan pemimpinnya. “Banyak bisnis berhenti bukan karena pasarnya tidak ada, tetapi karena pemimpinnya belum siap menampung pertumbuhan itu sendiri,” ujarnya di sela kegiatan, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan bahwa scale up harus dipandang sebagai proses menanam yang membutuhkan kesabaran. “Scale up bukan ambisi angka. Ia seperti menanam tanaman, perlu tanah yang siap, perawatan yang konsisten, dan karakter petani yang sabar,” kata Fahmi.

Menurutnya, fondasi utama pertumbuhan terletak pada DNA pemimpin, mulai dari kesiapan mental, fisik, hingga kebiasaan sehari-hari. Perubahan perilaku dan disiplin menjadi kunci sebelum berbicara soal strategi dan tools bisnis.

Setelah aspek kesiapan diri terbentuk, peserta baru diperkenalkan pada berbagai metode, model, dan perangkat bisnis yang aplikatif. Namun seluruh pengetahuan tersebut ditekankan untuk dieksekusi, bukan sekadar dipahami. “Pengetahuan tanpa eksekusi tidak akan membawa bisnis ke mana-mana,” tegasnya.

Melalui pendekatan ini, GBC 72 diharapkan mampu melahirkan pemimpin bisnis yang tidak hanya tumbuh lebih besar, tetapi juga lebih matang, siap, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika usaha ke depan. (SH)

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *