SANDARAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), H. Shabaruddin, S.Ag., menegaskan komitmen seriusnya untuk mengawal aspirasi prioritas masyarakat di wilayah pesisir. Penegasan ini disampaikan politisi tersebut usai merampungkan agenda reses masa sidang yang berlangsung secara maraton sejak 28 November hingga 2 Desember lalu. Dalam kunjungan kerjanya, Shabaruddin menyambangi dua desa strategis di Kecamatan Sandaran, yakni Desa Tanjung Mangkaliat dan Desa Sandaran, guna mendengar langsung keluhan dan kebutuhan konstituen.
Dalam dialog terbuka yang digelar bersama warga, isu infrastruktur dasar masih menjadi topik yang mendominasi. Di Desa Tanjung Mangkaliat, masyarakat menyoroti kondisi jalan poros penghubung menuju ibu kota kecamatan yang dinilai sangat memprihatinkan. Warga mendesak agar peningkatan badan jalan segera dilakukan, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian desa. Jalan yang memadai sangat vital untuk menjamin kelancaran distribusi hasil laut para nelayan dan hasil perkebunan sawit warga agar dapat dijual dengan harga yang kompetitif.
Selain masalah konektivitas fisik, warga Tanjung Mangkaliat juga menyuarakan pentingnya pemerataan jaringan listrik dan telekomunikasi. Kehadiran listrik yang stabil dan sinyal yang kuat dinilai krusial, tidak hanya untuk menunjang aktivitas ekonomi digital, tetapi juga demi mendukung proses belajar mengajar anak-anak sekolah di wilayah tersebut.
Sementara itu, aspirasi serupa namun tak sama datang dari warga Desa Sandaran. Fokus utama mereka tertuju pada perbaikan infrastruktur lingkungan, khususnya drainase. Warga mendesak perbaikan saluran air untuk menanggulangi masalah banjir yang kerap menggenangi permukiman saat curah hujan tinggi atau air pasang.
Di sektor penguatan ekonomi kerakyatan, kelompok nelayan dan petani setempat menyampaikan permohonan bantuan alat produksi secara spesifik. Para nelayan sangat membutuhkan bantuan pengadaan perahu dan mesin ketinting untuk memperluas jangkauan tangkap mereka. Di sisi lain, para petani berharap adanya bantuan bibit sawit berkualitas dan subsidi pupuk guna mendongkrak produktivitas lahan mereka.
Menanggapi deretan usulan tersebut, H. Shabaruddin menyatakan bahwa aspirasi ini sangat logis dan mendesak. Ia menilai, potensi besar sektor kelautan dan perkebunan di wilayah pesisir Kutim tidak akan maksimal jika tidak ditopang oleh infrastruktur yang mumpuni.
“Potensi pesisir kita luar biasa, namun harus didukung akses yang layak. Saya berkomitmen memperjuangkan usulan ini agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah melalui pembahasan anggaran di DPRD Kutim. Tujuannya satu, yakni percepatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegas Shabaruddin menutup keterangannya.(Adv)









