Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sigit Wibowo, mendorong penerapan sistem drainase modern sebagai solusi jangka panjang untuk persoalan banjir di Balikpapan. Ia menilai, pembenahan sistem saluran air perlu dirancang lebih canggih dan berorientasi jangka panjang, tidak hanya tambal sulam.
Menurutnya, kota-kota besar di luar negeri telah lama menerapkan sistem drainase bawah tanah dengan kanal tertutup yang mampu mengalirkan air dalam volume besar. Model tersebut bisa menjadi inspirasi dalam penataan kota di Balikpapan maupun daerah lain di Kaltim.
“Kita bisa bangun box drain, play port, seperti yang dilakukan kota-kota di luar negeri. Di Belanda misalnya, mereka punya sistem kanal bawah tanah yang terjaga, airnya juga jernih,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan bahwa sistem drainase konvensional yang selama ini diterapkan di Balikpapan sudah tidak lagi relevan menghadapi curah hujan yang ekstrem. Kota ini, menurutnya, memerlukan infrastruktur baru yang tahan terhadap tekanan air besar dan tetap berfungsi meskipun terjadi hujan berkepanjangan.
Pembangunan sistem saluran tertutup seperti box culvert, menurut Sigit, tidak hanya membantu mengurangi banjir tetapi juga mempercantik tata kota karena tidak mengganggu estetika lingkungan. Ia pun berharap pemerintah kota mulai merancang program drainase jangka panjang ini secara bertahap.
“Kalau kanal-kanal itu tidak diganggu, kemudian rutin dibersihkan, seperti di luar negeri, hasilnya luar biasa. Kita juga bisa memulai hal serupa,” jelasnya.
Sigit juga menekankan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan setelah proyek drainase selesai dibangun. Ia berharap semua pihak mulai dari pemerintah daerah hingga warga dapat menjaga sistem yang telah ada agar tetap berfungsi maksimal.









