Kutai Timur – Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur, Mulyono, memberikan apresiasi terhadap niat baik program pemberian makan gratis di sekolah, namun menekankan perlunya perencanaan yang matang untuk meminimalisir risiko. Ia menyoroti potensi masalah seperti keracunan yang dapat terjadi, dan bertanya siapa yang akan bertanggung jawab jika hal itu terjadi.
“Contoh pemberian makan gratis itu baik, tapi kalau ada kejadian tak diinginkan, seperti keracunan, siapa yang bertanggung jawab?” ujar Mulyono.
Meski program makan gratis belum menjadi bagian resmi dari Dinas Pendidikan Kutai Timur, Mulyono mengungkapkan bahwa ada rencana untuk meluncurkannya pada tahun depan.
“Mungkin tahun depan ada program makan gratis dari pemerintah baru,” jelasnya.
Mulyono juga menekankan pentingnya adanya laporan resmi terkait kegiatan pemberian makanan di sekolah agar pihaknya dapat memantau dan memastikan keamanan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan kekhawatiran orang tua.
“Saya harap, jika ada kegiatan serupa, ada laporan resmi. Kami senang dengan niat baiknya, tapi terkait risiko ini harus diminimalisir,” tambah Mulyono. (SH/ADV)
![]()









