AdvertorialKominfo Kutai TimurKutai Timur

Pemkab Kutim Perkuat Pembinaan Kelompok Tani, Dorong Aktivitas hingga Daerah yang Sempat Pasif

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus berupaya memperkuat sektor pertanian dengan meningkatkan intensitas pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok tani di berbagai wilayah. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengembalikan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya sempat mengalami penurunan aktivitas pertanian.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Pemkab Kutim melaksanakan program pendampingan secara menyeluruh, mulai dari wilayah Bengalon hingga Batu Ampar. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kesadaran serta partisipasi aktif dari para petani.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian sangat bergantung pada keterlibatan aktif kelompok tani itu sendiri. Ia mencontohkan kondisi yang terjadi di Kecamatan Batu Ampar, di mana lahan persawahan sempat tidak dikelola secara maksimal meskipun bantuan telah diberikan pemerintah.

“Pemerintah telah menyediakan berbagai bentuk dukungan. Namun jika kelompok tani kurang aktif, hasilnya tentu tidak dapat optimal,” ujar Dyah.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan petani menjadi kunci penting dalam menciptakan pertanian yang maju dan berkelanjutan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pendamping, sementara petani menjadi aktor utama dalam menggerakkan kegiatan di lapangan.

Di sisi lain, Dyah juga mengapresiasi kinerja Kecamatan Long Mesangat yang dinilai berhasil membangun kolaborasi yang solid antara pemerintah kecamatan dan petani setempat. Ia menyebut camat di wilayah tersebut sangat proaktif dalam menjalin koordinasi, khususnya ketika ditemukan potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi area pertanian produktif.

Dengan adanya contoh praktik baik tersebut, Pemkab Kutim berharap pola kerja sama yang kuat antara pemerintah dan kelompok tani dapat diterapkan di seluruh kecamatan. Pembangunan sektor pertanian, lanjut Dyah, tidak hanya berkaitan dengan kegiatan tanam dan panen, melainkan juga menyangkut keberlanjutan, kemandirian, serta kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah di masa mendatang.ADV

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *