Samarinda – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program bantuan pendidikan tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IV, Sarkowi V. Zahry, yang menegaskan bahwa pihaknya siap menampung masukan dari masyarakat dan mengkaji kemungkinan penguatan dasar hukum melalui pembentukan peraturan daerah (Perda).
Menurut Sarkowi, pelaksanaan program yang selama ini dikenal dengan istilah Gratispol masih menghadapi sejumlah tantangan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi agar bantuan tersebut dapat berjalan lebih tepat sasaran, adil, dan sesuai dengan harapan publik.
“Makanya kami nantinya itu akan mencoba untuk bisa mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat, dari komponen-komponen yang lain. Apakah pelaksanaan dari pergub ini ada hal-hal yang masih kurang sehingga nanti memungkinkan akan kita evaluasi,” ucap Sarkowi.
Evaluasi yang dilakukan tidak hanya berhenti di tingkat administratif, tetapi juga bisa mengarah pada langkah strategis untuk memperkuat regulasi. Salah satu opsi yang dibahas adalah memasukkan substansi program bantuan pendidikan tinggi ke dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Pendidikan.
“Nah kalau memungkinkan lagi, kita akan naikkan ke dalam bentuk alas hukum peraturan daerah,” tambahnya.
Sarkowi menjelaskan, saat ini sudah ada usulan Raperda yang sedang dalam pembahasan dan akan ditangani oleh panitia khusus (Pansus). Komisi IV akan memastikan agar subtansi bantuan pendidikan tinggi turut diatur secara resmi dalam Perda, jika pemerintah daerah menyetujui.
“Nanti setelah penyampaian dari DPR, pemerintah akan memberikan tanggapan. Kalau pemerintah menyetujui substansinya, kita atur program bantuan pendidikan tinggi itu di dalam Perda ini,” katanya.
Langkah ini diambil agar program bantuan pendidikan tidak hanya menjadi program sesaat yang bergantung pada kepala daerah tertentu, melainkan memiliki keberlanjutan hukum yang kuat. Dengan dasar hukum yang lebih kokoh, DPRD berharap program bantuan pendidikan dapat terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya di masa depan.









