Sangatta – Mulyana, anggota Fraksi AKB DPRD Kutai Timur, mengungkapkan pentingnya pengelolaan anggaran di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Dalam rapat tersebut, Mulyana menyatakan bahwa belanja operasi sebesar Rp4,25 triliun perlu diimbangi dengan belanja modal sebesar Rp3,29 triliun untuk aset tetap seperti infrastruktur dasar.
Menurutnya, investasi ini akan menciptakan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Perhatian khusus juga diberikan pada belanja transfer ke pemerintah desa yang mencapai Rp811,45 miliar. Mulyana menekankan pentingnya pengawasan yang ketat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran tersebut.
“Fraksi AKB berkomitmen untuk memantau penggunaan setiap rupiah yang dialokasikan ke pemerintah desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ungkapnya (16/6/2024).
Dalam diskusi tersebut, Mulyana mengajak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan pemerintah desa untuk bersinergi dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.
Sinergi yang solid antara semua pihak diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek penting dan mencegah potensi penyalahgunaan anggaran.
Mulyana menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam pengelolaan anggaran.
Ia berharap agar semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, dapat bekerja sama untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.
“Dengan demikian, tujuan pembangunan yang berkelanjutan dapat tercapai dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kutai Timur,” imbuhnya.
Pendekatan yang diambil oleh Fraksi AKB mencerminkan komitmen mereka terhadap prinsip good governance. Mereka menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dan pengawasan yang ketat sebagai langkah preventif terhadap inefisiensi dan potensi korupsi.
Mulyana menyimpulkan bahwa pengawasan anggaran bukan hanya tanggung jawab DPRD, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama untuk mencapai pembangunan yang merata dan berdampak positif bagi seluruh masyarakat Kutai Timur.ADV
![]()









