Sangatta – DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum mengetahui secara pasti penyebab masalah hingga proyek tahun jamak atau multiyears belum berjalan. Meskipun, pemerintah yang usulkan agar segera dianggarkan.
Ketua Komisi B DPRD Kutim, Hepnie Armansyah mengatakan, padahal diantara proyek itu, dua paket SPAM atau perluasan jaringan PDAM yang dianggap sangat bermanafaat bagi masyarakat, namun hingga kini belum berjalan.
“Proyek tahun jamak itu yang usulkan pemerintah. DPRD didesak, untuk bahas anggarannya. Meskipun awalnya banyak polemic, akhirnya disetujui karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat. Janji pemerintah ke DPRD bulan April dikerjakan. Namun hingga kini belum dikerjakan. Sekarang, soal kendala, itu urusan pemerintah,” katanya.
Dalam proyek senilai Rp1,3 triliun itu, ada proyek perluasan jaringan PDAM, sebanyak dua paket. Dua paket proyek ini untuk Sangatta Utara dan untuk sangatta Selatan. Karena ini jaringan pipa, itu kerjakan Dinas PU, setelah digunakan, maka itu baru masuk PDAM.
Lebih lanjut, Hepnie juga sudah menanyakan saat pertemuan dengan Sekertaris Kabupaten Rizali Hadi, namun Setkab tidak ada jawaban yang jelas masalahnya sehingga kini belum jalan.
“Karena itu, kami hanya imbau OPD yang melaksanakannya agar proyek tahun jamak ini segera dilaksanakan. Saya kira ini semua di Dinas PU. Mungkin PU yang tau masalahnya. Kami hanya berharap, karena wakru makin mepet, seharusnya ini dipercepat lelangnya, dikerjakan cepat,” jelasnya.ADV









