Samarinda – Program Gratispol untuk jenjang pendidikan tinggi, dari S1 hingga S3, menurut DPRD Kalimantan Timur perlu dibarengi dengan perencanaan yang matang terhadap jenis jurusan yang dibiayai. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyampaikan kekhawatiran bahwa jika tidak diarahkan dengan baik, lulusan program ini bisa saja tidak terserap dunia kerja di masa depan.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memiliki proyeksi kebutuhan tenaga kerja lima hingga sepuluh tahun ke depan sebelum menentukan jurusan-jurusan yang akan didanai dalam program Gratispol. Tanpa arah kebijakan yang jelas, program ini justru bisa menjadi beban.
“Kalau kita memberikan Gratispol untuk semua jurusan tanpa perencanaan, dikhawatirkan lima atau sepuluh tahun ke depan justru tidak ada ruang kerja untuk mereka. Ini harus dipikirkan dari sekarang,” tegasnya.
Agusriansyah mencontohkan, ada banyak jurusan yang seharusnya diperbarui atau diarahkan ke bidang-bidang yang sedang berkembang. Misalnya, di bidang pertanian, kurikulum bisa diarahkan ke penggunaan teknologi seperti drone, alat mekanisasi modern, hingga pengolahan digital. Atau di bidang kreatif, mulai dibuka jurusan konten kreator dan media digital yang punya peluang besar di era saat ini.
“Kita tidak bisa lagi bicara jurusan pertanian secara umum. Harus mulai spesifik, misalnya tentang pertanian presisi, teknologi drone, atau digitalisasi pertanian. Termasuk jurusan-jurusan baru seperti konten kreator atau media digital harus mulai dibuka, lengkap dengan sertifikasi,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan jurusan di SMK juga harus disinergikan dengan program Gratispol di jenjang universitas. Artinya, sejak awal harus dibentuk pola pembinaan keahlian yang berkelanjutan dari SMK, S1 hingga pascasarjana. Menurutnya, hal itu bukan hanya menjamin efektivitas penggunaan anggaran, tetapi juga menciptakan SDM yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Gratispol bukan hanya soal biaya kuliah, tapi arah pembangunan SDM kita ke depan. Maka harus dirancang sejak awal. Kalau jurusannya tepat, alumni Gratispol akan langsung terserap dunia kerja. Itu yang kita harapkan,” pungkasnya.









