Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menyoroti besarnya potensi sektor pertanian dan perikanan di wilayah Kutai Barat. Menurutnya, kabupaten yang berada di bagian barat Kaltim ini memiliki kekayaan alam dan kesuburan tanah yang belum tergarap secara optimal.
Dalam pandangannya, letak geografis Kutai Barat memberikan keunggulan tersendiri bagi pengembangan sektor primer seperti pertanian dan perikanan. Sejumlah kecamatan pesisir Sungai Mahakam bahkan dinilai sangat strategis untuk pengembangan budidaya ikan air tawar.
“Kutai Barat memiliki letak geografis yang sangat luar biasa. Di sepanjang pesisir Mahakam, ada lima kecamatan yang cocok untuk sektor perikanan. Belum lagi potensi perkebunan sawit dan karet yang tersebar di berbagai wilayah,” ujar Ekti Imanuel, baru-baru ini.
Ia menyebutkan, daerah seperti Bongan dikenal sebagai sentra perkebunan sawit, sementara wilayah Linggang dan Barong Tongkok memiliki banyak ladang karet. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara alamiah, tanah di Kutai Barat sangat subur dan layak dikembangkan sebagai sentra pertanian.
“Secara geografis dan kesuburan tanah, Kutai Barat sangat potensial. Tapi peran pemerintah dalam mendukung petani dan nelayan di wilayah ini masih belum maksimal. Harus ada perhatian lebih,” tegasnya.
Ekti menambahkan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal di Kutai Barat perlu ditopang oleh kebijakan dan program pemberdayaan yang konsisten. Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat agar potensi tersebut bisa benar-benar diwujudkan.
“Kalau ini dibina dengan baik, bisa menjadi salah satu lumbung pangan untuk Kaltim. Tapi semua butuh intervensi nyata dari pemerintah. Jangan sampai kekayaan alam hanya jadi potensi di atas kertas,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah tersebut, Ekti menyatakan akan terus mendorong penguatan anggaran dan regulasi untuk pembangunan sektor pertanian dan perikanan, khususnya di wilayah pedalaman dan pesisir yang selama ini kurang tersentuh pembangunan.









