DPRD Kalimantan Timur

Damayanti Prihatin Kasus Kekerasan di Kaltim Terus Meningkat, Dorong Kolaborasi Penanggulangan

Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus kekerasan dan pelecehan yang terus meningkat di Benua Etam. Ia menegaskan perlunya sinergi lintas sektor untuk menekan angka kekerasan yang kian mengkhawatirkan.

“Ini persoalan serius yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial harus bersinergi untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh,” ujar Damayanti, pada Selasa (20/5/2025) lalu.

Data dari Simfoni Perlindungan Perempuan dan Anak memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan. Kasus kekerasan tercatat 551 pada 2021, melonjak menjadi 945 pada 2022, dan kembali naik menjadi 1.108 kasus di 2023. Hingga pertengahan 2024, sudah ada 569 laporan yang tercatat.

Damayanti menilai angka ini bukan hanya soal statistik, tapi alarm bagi semua pihak agar lebih peka dan responsif. “Masyarakat jangan takut melapor. Kekerasan bukan hal yang boleh disembunyikan,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, Damayanti tengah menginisiasi pengembangan kurikulum pendidikan seksual bagi anak usia dini. Tujuannya agar anak-anak sejak dini paham tentang batasan tubuh dan bisa mengenali serta melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas.

“Pendidikan ini penting agar anak punya keberanian dan pengetahuan untuk menjaga hak tubuhnya,” kata Damayanti.

Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dan aktif melaporkan setiap bentuk kekerasan. Menurutnya, peningkatan laporan justru menandakan tumbuhnya kesadaran publik, bukan sekadar lonjakan kasus.

“Kekerasan seperti gunung es. Banyak yang tersembunyi. Kita harus ciptakan lingkungan aman agar korban berani bersuara,” pungkasnya.

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *