SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Aidil Fitri, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera serius menggarap potensi energi terbarukan di wilayah tersebut. Desakan ini muncul mengingat besarnya potensi limbah dari industri kelapa sawit di Kutim yang sayangnya hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Aidi menyarankan Pemda Kutim untuk mencontoh skema pengelolaan listrik berbasis limbah sawit yang telah berhasil diterapkan di daerah tetangga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Aidi mencontohkan keberhasilan yang dicapai oleh PT Rea Kaltim di Kukar. Perusahaan tersebut mampu memanfaatkan limbah padat dan cair dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS), seperti cangkang (cangkang kelapa sawit/cangkang kernel) dan tandan kosong (TKS), menjadi energi listrik. Energi yang dihasilkan kemudian dijual kepada PLN untuk didistribusikan kepada masyarakat.
“Di Kutim banyak sekali perusahaan sawit besar, limbahnya sangat potensial untuk dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik. Sayangnya, sampai saat ini di daerah kita belum ada yang menerapkan model seperti itu,” ujar Aidi.
Menurut Aidi, dampak pemanfaatan limbah sawit di Kukar sangat signifikan. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dari sawit tersebut mampu memenuhi kebutuhan listrik di tiga wilayah pedalaman, yakni Kecamatan Tabang, Semayang, dan Kenohan. Ia berharap Pemda Kutim dapat segera memikirkan skema penerapan energi terbarukan serupa untuk mengatasi defisit listrik di pedalaman Kutim.
Selain isu energi, Aidi Fitri juga memaparkan hasil resesnya di Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang mencakup wilayah pedalaman. Ia mengungkapkan bahwa mayoritas aspirasi masyarakat di wilayah tersebut masih berkutat pada kebutuhan dasar infrastruktur.
Secara spesifik, Aidi mencatat bahwa 95 persen usulan masyarakat di Kecamatan Telen berfokus pada perbaikan jalan, baik jalan penghubung antar-desa maupun jalan tani. Kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman tersebut dinilai masih sangat kurang dan menjadi penghambat utama bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Menanggapi kebutuhan mendesak tersebut, Aidi memastikan akan mengawal keras aspirasi tersebut di Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
“Karena itu, dalam APBD Perubahan ini, saya mengawal sekitar 30 paket pekerjaan aspirasi yang fokus pada peningkatan jalan, mulai dari semenisasi hingga pengerasan jalan,” jelas Aidi.
Ia menegaskan akan terus mengawal aspirasi tersebut agar pemerataan pembangunan, baik dari sisi infrastruktur maupun akses energi terbarukan, dapat segera dirasakan oleh masyarakat di pedalaman Kutim.(Adv)









