DPRD Kutim

Empat Desa di Telen Masih Kekurangan Daya, DPRD Kutim Minta Penambahan Genset

Sangatta – Empat desa di Kecamatan Telen, Kutai Timur, masih terkendala pasokan listrik karena kapasitas genset yang digunakan sudah penuh sehingga warga tidak dapat menambah daya maupun memasang meteran baru.

Anggota DPRD Kutim Aidil Fitri menyampaikan kondisi tersebut saat menanggapi perkembangan elektrifikasi di wilayah Telen. Menurutnya, secara umum seluruh desa di kecamatan itu sudah dialiri listrik 24 jam, namun sebagian warga belum menikmati layanan optimal akibat keterbatasan sumber daya listrik.

Aidil menjelaskan, dari delapan desa di Telen, empat di antaranya—Marah Halog, Long Segar, Long Melah, dan Kranyayan—masih bergantung pada genset berkapasitas 220 KPA. Karena digunakan bersama, kapasitas tersebut sudah mencapai batas maksimum sehingga tidak memungkinkan penambahan sambungan baru.

Ia menegaskan banyak warga yang membangun rumah baru tidak dapat mengakses meteran listrik akibat keterbatasan daya tersebut. Situasi ini, menurutnya, menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin menambah kapasitas listrik rumah tangga untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Sebaliknya, dua desa lain, Muara Pantun dan Juk Ayak, tidak mengalami kendala serupa karena memiliki gardu induk PLN. Di dua desa ini, warga dapat melakukan penambahan daya atau pemasangan meteran baru tanpa hambatan karena pasokan listrik tersedia secara memadai.

Aidil menyebut bahwa urusan penyediaan listrik merupakan kewenangan PLN. Namun ia berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Kutim, dapat mengambil langkah kebijakan untuk membantu empat desa yang masih kekurangan daya. Menurutnya, penambahan genset menjadi solusi sementara yang realistis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan pengadaan genset berkekuatan lebih besar, setidaknya 300 KPA, guna menambah kapasitas listrik di empat desa tersebut. Dengan demikian, kebutuhan penambahan daya maupun pemasangan baru dapat dilayani tanpa harus menunggu proses peningkatan jaringan dari PLN.

Aidil menilai penambahan kapasitas listrik penting dilakukan karena langsung berdampak pada aktivitas ekonomi dan pembangunan di tingkat desa. Ia berharap pemerintah dapat merespons kebutuhan tersebut dalam penyusunan anggaran tahun mendatang agar pelayanan listrik di seluruh desa di Telen dapat setara.

“Mudah-mudahan ini dibaca Bupati, agar tahun depan ada penambahan genset,” ujarnya. (Adv)

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *