Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, menyoroti kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah yang dinilainya belum sepenuhnya mencerminkan semangat program sosial daerah, seperti BPJS gratis dan beasiswa Kaltim Tuntas. Ia meminta agar peningkatan pelayanan tidak hanya berhenti pada angka, tetapi benar-benar terasa di lapangan.
Menurutnya, masih banyak warga yang mengeluhkan pelayanan yang berbeda saat menggunakan BPJS Kesehatan, apalagi jika dibandingkan dengan layanan swasta atau fasilitas dari BPJS Ketenagakerjaan. Sigit menilai pelayanan di rumah sakit pemerintah seharusnya memberikan rasa nyaman dan kemudahan, terutama bagi warga kurang mampu.
“Kadang kita sudah kasih BPJS gratis, tapi ketika orang berobat malah dipandang sebelah mata. Senyumnya beda, Padahal sama-sama bayar, ada yang dibantu pemerintah, ada yang bayar sendiri,” ujar Sigit.
Ia juga mengungkapkan pengalamannya saat reses ke Balikpapan, di mana masih ditemukan pasien BPJS yang kesulitan mendapatkan pelayanan maksimal di IGD. Bahkan, ada laporan yang menyebutkan pasien harus menunggu lama hanya karena ketidakjelasan prosedur.
Sigit mendorong agar Dinas Kesehatan mengoordinasikan rumah sakit swasta dan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang setara dan berkualitas, agar warga tak perlu merasa khawatir untuk berobat ke fasilitas manapun.
Lebih lanjut, ia juga menginformasikan bahwa program beasiswa Kaltim yang diberikan oleh Pemprov telah disiapkan dalam bentuk dana yang dikunci selama delapan semester di Bank Kaltim. Mahasiswa hanya perlu melapor secara berkala untuk mencairkan dana yang sudah dialokasikan.
“Kalau masih ada mahasiswa yang merasa belum menerima dananya, silakan feedback. Ini sudah disiapkan pemerintah, tinggal diajukan. Jangan sampai program ini dianggap tidak jalan karena kurang sosialisasi,” tutupnya.









