DPRD Kalimantan Timur

Dorong Hilirisasi Sawit, DPRD Kaltim Ingin PAD Naik dan Pengangguran Turun

Samarinda – Dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), DPRD Kalimantan Timur menyoroti pentingnya tidak hanya fokus pada belanja pembangunan, tetapi juga pada upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menyampaikan bahwa hilirisasi industri menjadi salah satu strategi utama yang didorong untuk menjawab tantangan tersebut.

Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki potensi besar dari sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal. Dengan mendorong pendirian industri hilir seperti pabrik minyak goreng, pemerintah tidak hanya menambah PAD, tetapi juga membuka lapangan kerja baru.

“Saat kita membahas RPJMD, kami ingin tidak hanya bicara belanja pembangunan, tapi juga proyeksi pendapatan lima tahun ke depan. Salah satunya melalui hilirisasi sawit,” ujar Syarifatul.

Ia menambahkan bahwa dorongan hilirisasi ini sejalan dengan visi Gubernur Kaltim yang ingin mengoptimalkan potensi lokal. Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis yang menjawab berbagai persoalan sekaligus, mulai dari pengangguran hingga kemiskinan.

“Kalau kita bisa bangun pabrik sendiri, dampaknya besar. Pertama, menjawab wacana hilirisasi yang selama ini hanya jadi pembahasan. Kedua, PAD naik. Ketiga, pengangguran berkurang. Ini semua saling berkaitan,” tegasnya.

Syarifatul berharap ke depan pembahasan RPJMD melibatkan lebih banyak OPD yang berkaitan dengan sektor ekonomi. Termasuk BPKAD dan Badan Pendapatan Daerah untuk membahas potensi-potensi sumber PAD dari sektor industri, pertanian, hingga pariwisata.

“Jadi bukan hanya teknis pelaksanaan program, tapi juga bagaimana kita memproyeksikan dan mengoptimalkan pendapatan daerah secara menyeluruh,” katanya.

Dengan strategi ini, ia optimistis bahwa target-target pembangunan lima tahun mendatang akan lebih realistis dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk pembiayaan berkelanjutan untuk program-program seperti gratispol dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *