Samarinda – Kalimantan Timur tengah bersiap menyambut tamu istimewa dari tiga negara dalam ajang budaya internasional Dialog Serantau Budaya Nusantara Kalimantan, yang akan digelar pada 17–20 Juni mendatang. Kegiatan ini akan mempertemukan seniman dan budayawan dari Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry, mengungkan bahwa sebagai tuan rumah, Kaltim dihadapkan pada tantangan besar, memastikan penyelenggaraan berjalan lancar, berkualitas, dan berkesan. Apalagi, acara ini bukan sekadar ajang budaya, tapi juga simbol kepercayaan internasional terhadap reputasi Kalimantan Timur sebagai wilayah kaya akan nilai-nilai tradisi.
“Ini bentuk kepercayaan. Maka, kita harus bisa mengemas kegiatan ini dengan baik, agar sesuai dengan target dan tujuan,” ujarnya.
Dialog Serantau sebelumnya telah digelar di Brunei Darussalam. Kini giliran Kaltim menunjukkan kemampuannya menjadi panggung budaya regional. Kualitas pelaksanaan, menurut Sarkowi, menjadi tolok ukur penting dalam memperkuat citra daerah di mata negara-negara tetangga.
Namun, perjalanan menuju pelaksanaan tak sepenuhnya mulus. Pemotongan anggaran sempat menjadi ganjalan yang nyaris mengganggu persiapan teknis kegiatan. Beruntung, masalah ini dapat diatasi setelah DPRD Kaltim melakukan pembahasan bersama Sekretaris Daerah dalam forum Badan Anggaran.
“Awalnya memang ada pemotongan anggaran, namun setelah pembahasan di rapat Banggar bersama Bu Sekda, kami sampaikan bahwa pengurangan anggaran harus berdasarkan parameter yang jelas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa agenda budaya berskala internasional seperti ini tidak bisa diperlakukan biasa saja, karena menyangkut marwah dan nama baik daerah.
“Salah satu parameter itu adalah bahwa kegiatan yang sudah ditetapkan jauh hari dan menyangkut nama baik daerah, tidak boleh dikurangi anggarannya,” lanjutnya.
Selain menjaga aspek teknis dan kualitas acara, ia juga berharap para pelaku seni dan budaya lokal bisa memanfaatkan momen ini untuk menampilkan karya-karya terbaiknya. Menurutnya, potensi kebudayaan di Kaltim besar, tetapi sering kali minim dukungan, terutama dari sisi anggaran.
Dengan pendanaan yang memadai serta dukungan lintas lembaga, kegiatan ini diyakini bisa menjadi titik balik kebangkitan budaya lokal sekaligus memperluas jejaring kerja sama budaya antarnegara di kawasan Nusantara.
DPRD Kaltim pun menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan memantau persiapan kegiatan ini, agar pelaksanaannya tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga memberi dampak nyata pada promosi budaya dan pariwisata daerah.









